Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Dengki, Iri hati, Hasad

Al Baqillani vs Paus

Gambar
( Al Baqillani vs Paus ) Al Baqillani –rahimahullah- salah seorang ulama Malikiyyah yang sangat cerdas. Berasal dari Irak. Ahli dalam berbagai ilmu dan dengan kemampuan dialog seorang filsuf. Suatu hari khalifah muslimin mendapatkan surat dari raja Romawi. Raja Romawi meminta agar dikirimkan orang paling berilmu di kalangan muslimin. Khalifah segera bertanya di majlis kekhilafahan, tentang siapa orang yang layak untuk berdialog dan menjawab semua pertanyaan orang sekelas raja Romawi. Salah seorang di majlis itu mengusulkan nama seorang anak muda yang bernama Abu Thayyib Al Baqillani. Khalifah pun mengutusnya. Begitu Al Baqillani sampai di Romawi dia menghadap ke istana raja. Sang raja merencanakan sejak awal pertemuannya untuk menjatuhkan utusan muslimin ini. Maka sang raja duduk di singgasananya. Persis di hadapan singgasana raja ada pintu besar yang akan digunakan untuk Al Baqillani. Dalam pintu besar itu ada pintu kecilnya. Pintu besarnya ditutup dan yang dibuka adalah pi...

Agar Tak Sempat Maksiat

Maraknya maksiat di generasi muda negeri ini nyaris menyentuh titik biasa dan lazim. Mereka telah matang biologisnya tetapi tunas iman belum lagi tumbuh. Berbagai pembentengan yang dilakukan oleh orangtua, sekolah dan negara tak lagi mampu melindungi mereka. Gelombang besar syahwat telah meruntuhkan benteng-benteng itu. Karena seberapalah kuatnya benteng tanpa iman. Berbagai benteng yang sifatnya pengawasan fisik terus digulirkan. Tetapi pasti semua itu bersifat sementara. Karena manusia yang menciptakan sistem itu. Sehingga semua bisa diakali. Setiap bicara tentang pembatasan generasi dari maksiat zina, benteng paling efektifnya adalah iman. Iman yang akan menghasilkan rasa selalu merasa diawasi oleh Allah membuat mereka tidak berani menyentuh garisnya walau tidak ada yang melihatnya. Memang solusi inilah yang seharusnya terus ditanamkan sebelum masa mereka matang secara biologis tiba. Sehingga benar jika dikatakan bahwa obat itu ada dalam diri mereka sendiri. Ya, iman yang ada...